Lembaga Amil Zakat Nasional SK. Menteri Agama RI No.410 Tahun 2004 Di Bawah Yys. Daarut Tauhiid , Pendiri & Pembina : KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Dialoq di Radio Trijaya FM Palembang - 17 September 2012

Written By DPU DT Sumsel on Senin, 17 September 2012 | 20.06

Assalamu'alaikum wrwb.

Sahabat, dimanapun berada, baik yang sedang berdiri, sedang duduk, sedang berbaring, sedang searching internet, dan dimana saja,,,
semoga Sahabat senantiasa diberikan Allah SWT kemudahan dalam beraktivitas.

Sahabat,
dalam hidup ini sesungguhnya seharusnya sepenuhnya kita serahkan kepada Allah SWT yang mengurus hidup kita.tidaknya

Setidaknya (menurut AAGym dalam tulisan nya di dalam buku berjudul "Agar Hidup Allah Yang Ngurus) ada 5 Jurus agar Allah SWT yang ngurus hidup kita, yaitu:

1. Hati Harus Tulus
Sahabat, mari pergunakan rasa, hati, pendengaran, penglihatan kita hanya untuk Allah saja ya.
kalau masih sulit, mulai saja bertahap yang penting niatin aja dulu ...

2. Ibadah Harus Bagus
nah nih, kita sebaiknya mengutamakan atau mendahulukan yang wajib dahulu ya. maksudnya bagaimana mengusahakan shalat lima waktu kita full plus on time,,, terus kalau sedah begitu ditambah deh dengan ibadah sunnah lainnya.

3. Hidup Harus Lurus
Hidup ini pilihan Sahabat, pilihlah yang banyak manfaatnya dibandingkan yang mudharat. semisalnya jujur lebih baik daripada berbelit belit, dan pokoknya dihitung ya mana nilai plusnya yang lebih banyak.


4. Ikhtiar Harus Serius
ini nih yang juga penting,
perhatikan, dengarkan, dan rasakan makna dari  QS Al 'Ankabuut: 69
'''Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. '''
kalau sungguh-sungguh insya'Allah ada jalan dari Allah...

 5. Tobat Terus Menerus
nah ini juga sangat sangat penting,,,
coba banyangkan rasakan dan dengarkan kalau setiap ada sedikit debu di wajah kita, kita bersihkan apakah akan menjadi kotor wajah kita??? ya kalau pun kotor, kotornya karena kita membersihkannya belum sempurna. itulah juga dengan tobat,,,,

dan saya ingin menambahkan satu lagi, yaitu
6. Cari Teman Harus benar-benar tulus, bagus, lurus, dan terus menerus.
maksudnya begini Sahabat,,,
kita ini kan makhluk yang hidup dengan banyak orang yang sifatnya beranekaragam,,,,
dari bangun tidur sampai tidur kembali otomatis kita pasti ketemu dengan orang lain....
itu sebenarnya salah satu yang menentukan pola hidup kita.
kalau seandainya teman yang kita temui punya hati tulus, dengn akhlak yang bagus dan senantiasa mengajak kita hidup lurus, bukankah kita akan bahagia terus menerus.............

Salam, untuk kita semua
Semoga Allah seantiasa memberikan keberkahan berupa kebahagiaan, ketenangan dan diselimuti kehidupan penuh kasih sayang..............

Dialoq di Radio Trijaya FM Palembang

Written By DPU DT Sumsel on Selasa, 04 September 2012 | 10.01

Hal yang sebaiknya dilakukan pasca Ramadhan

Menumbuhkan Empati Sejak Dini

Written By DPU DT Sumsel on Senin, 21 Mei 2012 | 13.26


Menumbuhkan Empati Sejak Dini

Sahabat,

Empati dalam pengertian Bahasa Indonesia (http://kamusbahasaindonesia.org) adalah keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.

Empati yang akan kita bahas adalah empati terhadap nilai kemanusiaan berupa nilai kasih sayang, saling membantu, senang melihat orang lain bahagia, dan nilai lain yang sifatnya positif.

Sahabat,

Coba kita bayangkan, apa yang kita rasakan, apa yang kita dengar, ketika Setiap kita memiliki  jiwa empati terhadap sesama.

Tentu, rasa suka cita kebahagiaan akan terlukis dan terasa, serta disekeliling kita akan terdengar banyaknya ucapan terima kasih dan syukur.

Sahabat, bagaimana kalau jiwa empati ini sudah tumbuh sejak dini pada anak-anak kita, pada anak-anak tetangga, kerabat, saudara kita. Kita dan terkhusus Saya meyakini sungguh hal ini akan menjadi ‘luar biasa’. Bertahap terus menerus berkelanjutan, jiwa empati yang dipupuk sejak dini tentunya akan menjadi kebiasaan dan karakter hidup bagi anak-anak ketika masuk ke usia remaja sampai dewasa bahkan di usia tuanya.

Sahabat, bukankah prilaku hidup kita ditentukan oleh diri kita sendiri baik dengan adanya intervensi ataupun tanpa intervensi lingkungan sekitar kita? Dan bukankah derajat kita ditentukan atas apa yang kita kerjakan dalam kehidupan?

Mari bersama kita simak  beberapa ayat berikut:

QS. Al An'aam : 132,
Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

QS. Al Ahqaaf: 19,
Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan.

QS. Az Zukhruf: 32,
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Rabb mu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.

QS. Al Anfaal: 4,
Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia.

QS. An Nisaa': 95,
Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,

Sahabat, kalau saja ‘kebajikan-kebajikan’ tersebut sudah dilakukan sejak dini,,,
Masya’Allah, betapa indah tatanan kehidupan keluarga kita, yang bertahap juga akan membuat indah  tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Sahabat,
Berikut beberapa Tips untuk menumbuhkan empati sejak dini;
-          1. Memperhatikan, mendengar dan merasakan setiap persoalan yang terjadi lingkungan sekitar
Caranya:
bersilaturahim ke tetangga / saudara kita dengan membawa makanan/oleh-oleh sebagai buah tangan. Insya’Allah dengan cara ini, informasi tentang keadaan apa yang terjadi dengan lingkungan kita akan kita peroleh dengan lengkap.

-         2.  Mulai terlibat untuk membantu meringankan persoalan yang terjadi walau baru hanya dengan kata-kata dan do’a serta akan menjadi sempurna dengan memberikan tenaga bahkan harta yang dimiliki demi mempercepat proses kebaikan di lingkungan kita
Caranya:
Memberikan do’a untuk kebaikan orang/saudara di sekitar kita, lalu bisa dengan memberikan ucapan yang memotivasi dan terus mengajak ke arah kebaikan, memberikan bantuan secara langsung baik berupa barang (apakah barang tersebut baru ataupun sudah pernah dipakai/layak pakai) maupun berupa uang tunai.

-         3.  Milikilah keyakinan dengan kesabaran bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan PASTI akan dibalas oleh Allah dengan kebaikan pula.
Simak ayat berikut ini:
QS. Ar Rahmaan:60
“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)”.
QS. Huud: 115
“Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan
QS. Al Zalzalah: 7.
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”

Sebagai akhir tulisan ini, saya mengajak mari bersama kita membangun karakter bangsa ini dengan diawali menumbuhkan rasa empati sejak dini kepada diri kita, anak-anak kita dan orang terdekat di sekitar kita.
Salam & do’a kami untuk kebaikan Sahabat dan keluarga dimana saja berada dan untuk selamanya.

Barakallah.

BERTETANGGA MENUJU SURGA

Written By DPU DT Sumsel on Senin, 16 April 2012 | 07.10

BERTETANGGA MENUJU SURGA
oleh Ustdzh. Dwi

Di manapun kita menjalani kehidupan, tentu tak dapat berlepas dari kehidupan bertetangga. Bahkan tak jarang ada ungkapan bahwa orang yang paling dekat dengan kita adalah tetangga. Itulah mengapa, Islam begitu memperhatikan berbagai urusan dalam bertetangga.

Ya, sebab bertetangga dapat menjadi jalan yang mengantarkan kita untuk meraih surga. Akan tetapi, dengan bertetangga pula dapat menjadi penyebab tergelincirnya kita ke dalam dosa. Namun, Islam agama yang diturunkan untuk menyempunakan akhlaq yang mulia memberikan kita petunjuk bagaimana memuliakan tetangga.

Dialog di Radio Trijaya FM Palembang - 19 Maret 2012

Written By DPU DT Sumsel on Selasa, 20 Maret 2012 | 13.41

Sahabat, pada pertemuan kita kali ini saya ingin mengajak sahabat-sahabat untuk bersama-sama mendiskusikan tentang ‘hakekat musibah dan siklusnya’.

Mekkah Berkilau

Written By DPU DT Sumsel on Selasa, 06 Maret 2012 | 12.14




 --Ini adalah hasil pencitraan dari IKONOS Satelite milik Space Imaging Inc, AS. Masjidil Haram yang 'diintai' oleh AS pada 31 Oktober 1999 itu menampilkan fenomena menakjubkan. Terlihat di gambar hanya bagian Masjidil Haram saja yang berkilau sementara bangunan di sekitarnya tampak lebih gelap. Subhanallah. (NASA Astronomy Picture of The Day) (sumber : http://www.spaceimaging.com/gallery/ioweek/archive/01-12-09/index.htm)

Menanamkan Kedermawanan Kepada Anak

Written By DPU DT Sumsel on Senin, 05 Maret 2012 | 10.32

Oleh: Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Bintu ‘Imran

Kedermawanan bukanlah semata sikap yang tumbuh dengan sendirinya pada diri seorang anak. Namun juga butuh pembiasaan sedari kecil.
Ketika anak mulai memasuki usia balita, biasanya ia mulai mengerti tentang apa itu ‘milik’. Dia mulai memahami, ada barang-barang miliknya, ada barang milik orang lain.
Namun kesadaran tentang milik ini terkadang –atau malah seringnya– disertai berkembangnya sifat ‘pelit’. Ada rasa keberatan bila dia harus memberikan sebagian miliknya kepada orang lain atau barang miliknya sekadar dipegang, dipinjam atau digunakan oleh orang lain. Yang seperti ini kadangkala menjadi biang pertengkaran si anak dengan saudara atau teman sepermainannya.
Keadaan seperti ini tentu tak dapat dibiarkan, karena sifat buruk ini bisa jadi akan terus berkembang dan melekat pada pribadi anak. Tentu kita tak ingin anak kita menjadi anak yang bakhil, karena sifat ini jelas-jelas dicela oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam Kitab-Nya, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Sebuah Renungan

Written By DPU DT Sumsel on Sabtu, 03 Maret 2012 | 22.54



"Tidaklah suatu kaum yang sudah suka mengingkari perjanjian, kecuali Allah akan menguji mereka dengan pembunuhan-pembunuhan.  Tidaklah perbuatan keji merajalela di suatu kaum, kecuali Allah akan menguji mereka dengan banyaknya kematian.  Tidaklah suatu kaum sudah enggan mengeluarkan zakat, kecuali Allah akan menahan hujan untuk mereka." (Hadits ini melalui Ibnu Buraidah ra. dia berasal dari ayahnya, langsung didengar dari Rasulullah saw.)

BERSEDEKAH ?, OTAK MENYALA

Written By DPU DT Sumsel on Jumat, 02 Maret 2012 | 10.45


BERSEDEKAH?, OTAK MENYALA

oleh Yusuf Mansur

Menurut sebuah penelitian di Amerika Serikat tanpa pandang agama yaitu ketika semua responden diberi sejumlah uang lalu
dicatat aktifitas otak ketika senang menerima uang. Siapa sih yang tidak senang diberi uang? Para ahli mencatat ada bagian tertentu pada otak yang “menyala” ketika senang menerima uang.
Setelah itu ditanya: uangnya mau dipakai sendiri atau mau didonasikan secara anonim? Responden bebas memilih. Responden yang jawab pakai sendiri uangnya, tidak terjadi apa-apa di otaknya. Tapi hal menakjubkan terjadi pada mereka yang menjawab akan mendonasikan uangnya.

Belajar Sedekah

Sharing sedikit tentang isi buku Percepatan Rezeki by Ippho Santosa, halaman 63-64.

Benefit #8. Tidak Harus Ikhlas
Siapa bilang sedekah itu harus ikhlas? Memang idealnya seluruh ibadah harus ikhlas. Katakanlah, Anda belum ikhlas. Namun Anda berusaha untuk ikhlas dan tetap bersedekah, itu jauh lebih baik. Daripada menunggu ikhlas dulu baru bersedekah. Woi, kelamaan!

Coba deh nguping percakapan berikut:
"Pak, mohon sedekahnya. Saya kelaparan."
"Ntar deh. Sekarang hati saya belum ikhlas."
"Waduh, tolonglah, Pak. Saya hampir sekarat nih!"
"Yah, gimana lagi. Hati saya belum ikhlas. Ntar sedekah saya jadi sia-sia."

Jamu Manjur

Sejak ribuan tahun silam, telah ditemukan jamu manjur 4 in 1:
- jamu tolak bala
- jamu galian rezeki
- jamu enteng jodoh
- jamu sehat perkasa

Jamu apa itu? Yap,itulah sedekah. Yang jelas, sangat berkhasiat untuk menolak bala, memudahkan rezeki, memudahkan jodoh, dan memelihara kesehatan.

Nabi SAW bersabda, "Belilah kesulitanmu dengan sedekah, obatilah penyakitmu dengan sedekah, perbanyaklah sedekah sebab sedekah dapat memperpanjang umur, bersegeralah bersedekah sebab bala tidak pernah mendahului sedekah."

*Dikutip dari buku luar biasa berjudul "Percepatan Rezeki" by Ippho Santosa

Bakhil Sifat yang Tercela

Written By DPU DT Sumsel on Kamis, 01 Maret 2012 | 10.57



 
“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan akan dikalungkan kelak di lehernya pada hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(Ali ‘Imran: 180)

"Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan hartamu pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang memerlukan Nya, dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti kamu dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu ini.  (QS. Muhammad 47 :38)

Andai Lebih Panjang Lagi

Written By DPU DT Sumsel on Rabu, 29 Februari 2012 | 11.46

“Jika kamu berbuat baik, sebetulnya kamu berbuat baik untuk dirimu. Dan jika kamu berbuat buruk, berarti kamu telah berbuat buruk atas dirimu pula.”(Al-Isra’: 7)

Hari itu ada seseorang yang meninggal dunia. Seperti biasanya, jika ada sahabat meninggal dunia, Rasulullah pasti menyempatkan diri mengantarkan jenazahnya sampai ke kuburan. Tidak cukup sampai di situ, pada saat pulangnya, Rasulullah menyempatkan diri singgah untuk menghibur dan menenangkan keluarga yang ditinggalkan supaya tetap bersabar dan tawakal menerima musbah itu. Begitupun terhadap keluarga sahabat yang satu ini.

Dialoq di Radio Trijaya FM Palembang - 12 Februari 2012

Written By DPU DT Sumsel on Senin, 20 Februari 2012 | 19.12

Kebahagiaan Hakiki

Sahabat, Menurut kamus besar bahasa Indonesia, arti kata kebahagiaan adalah kesenangan dan ketentraman hidup yang bersifat lahir dan batin.

Kesenangan dan ketentraman hidup akan berujung pada ketenangan.
Ketenangan yang hakiki/mutlak berada dalam jiwa (hati) dan dalam raga (baik secara fisik, pikiran maupun perasaan) di dunia dan di akherat.

Mari kita simak  QS. Al-Fajr (89) ayat 27-30:
Hai jiwa yang tenang., Kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.


Ciri Uang Akherat

Written By DPU DT Sumsel on Minggu, 19 Februari 2012 | 06.46

Ciri Uang Akherat 

 
Setiap kita sudah tentu sangat mengenal apa itu ‘uang’. 
Posisi uang sangat penting bagi kita karena digunakan sebagai alat untuk bertransaksi dalam jual beli.
Kabanyakan kita menjadikan uang sebagai  salah satu indikator apakah hidup kita termasuk ‘sukses’ atau tidak di dunia ini.
Hanya saja ternyata untuk bisa dikatakan ‘sukses’ seharusnya tidak hanya sukses di dunia saja, melainkan juga sukses di akherat. 

SENANDUNG DO’A AL-QUR’AN

SENANDUNG DO’A AL-QUR’AN

Berinfak Di Jalan Allah

Written By DPU DT Sumsel on Kamis, 16 Februari 2012 | 11.58

BERINFAK DI JALAN ALLAH
Di antara kunci-kunci rizki  adalah berinfak di jalan Allah. Pembahasan masalah ini –dengan memohon taufik dari Allah– akan saya lakukan melalui dua poin berikut:
A. Yang dimaksud berinfak.
B. Dalil syar'i bahwa berinfak di jalan Allah adalah termasuk kunci-kunci rizki. 

A. Yang Dimaksud Berinfak

"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, niscaya Dia akan menggantinya". (Saba': 39).
Syaikh Ibnu Asyur berkata: "Yang dimaksud dengan infak di sini adalah infak yang dianjurkan dalam agama. Seperti berinfak kepada orang-orang fakir dan berinfak di jalan Allah untuk menolong agama."

Menjadi Perintis Kebaikan

Written By DPU DT Sumsel on Rabu, 15 Februari 2012 | 08.16


Keutamaan menjadi perintis kebaikan
Dari Jarir bin Abdillah radhiallahu ’anhu berkata:” Datang serombongan orang dari dusun menemui Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam maka Beliau melihat kondisi mereka yang memperihatinkan, ditimpa kemiskinan. Maka Beliau menganjurkan agar manusia bersedekah, namun mereka terlihat tidak menanggapi Beliau sehingga terlihat (kegelisahan) pada wajah Nabi shallallahu ’alaihi wasallam, hingga datanglah seorang lelaki dari golongan Ansar membawa satu kantong  uang perak, yang kemudian di ikuti yang lainnya sehingga terlihat kegembiraan di wajah Nabi shallallahu ’alaihi wasallam, setelah itu barulah beliau shallallahu ’alaihi wasallam bersabda:”

Tadabbur

Written By DPU DT Sumsel on Kamis, 09 Februari 2012 | 14.04

Tadabbur Qur'an
Oleh : Ust. Sholeh
1.Marilah Kita Bersyukur:
An-Nahl:18:
 “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat
menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha

Penyayang.”

Pilih Mana???

Pilih Mana ????
Bahagia di dunia dan di akherat Atau  Bahagia di Akherat saja atau di dunia saja
Oleh: Abu Muhammad Ibnu Al-Kautsar

Uff,,, Sahabat kalau kita mendapat pertanyaan seperti diatas tentu dan pasti kita akan menjawab dengan lantang dan tegas serta semangat untuk pilihan yang pertama bukan???
Ya, iyalah kan pilihan yang pertama mencakup semuanya, bukan hanya satu-satu.
Eit tunggu dulu, nih coba jawab pertanyaan yang kedua.
Sekarang, detik ini, sudahkah kita memperoleh kebahagiaan ???

 
Kantor :
Copyright © 2013. DPU Daarut Tauhiid Palembang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger