Menumbuhkan Empati Sejak Dini
Sahabat,
Empati dalam pengertian Bahasa Indonesia (http://kamusbahasaindonesia.org) adalah keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.
Empati yang akan kita bahas adalah empati terhadap nilai kemanusiaan berupa nilai kasih sayang, saling membantu, senang melihat orang lain bahagia, dan nilai lain yang sifatnya positif.
Sahabat,
Coba kita bayangkan, apa yang kita rasakan, apa yang kita dengar, ketika Setiap kita memiliki jiwa empati terhadap sesama.
Tentu, rasa suka cita kebahagiaan akan terlukis dan terasa, serta disekeliling kita akan terdengar banyaknya ucapan terima kasih dan syukur.
Sahabat, bagaimana kalau jiwa empati ini sudah tumbuh sejak dini pada anak-anak kita, pada anak-anak tetangga, kerabat, saudara kita. Kita dan terkhusus Saya meyakini sungguh hal ini akan menjadi ‘luar biasa’. Bertahap terus menerus berkelanjutan, jiwa empati yang dipupuk sejak dini tentunya akan menjadi kebiasaan dan karakter hidup bagi anak-anak ketika masuk ke usia remaja sampai dewasa bahkan di usia tuanya.
Sahabat, bukankah prilaku hidup kita ditentukan oleh diri kita sendiri baik dengan adanya intervensi ataupun tanpa intervensi lingkungan sekitar kita? Dan bukankah derajat kita ditentukan atas apa yang kita kerjakan dalam kehidupan?
Mari bersama kita simak beberapa ayat berikut:
QS. Al An'aam : 132,
Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.
QS. Al Ahqaaf: 19,
Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan.
QS. Az Zukhruf: 32,
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Rabb mu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.
QS. Al Anfaal: 4,
Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia.
QS. An Nisaa': 95,
Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,
Sahabat, kalau saja ‘kebajikan-kebajikan’ tersebut sudah dilakukan sejak dini,,,
Masya’Allah, betapa indah tatanan kehidupan keluarga kita, yang bertahap juga akan membuat indah tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Sahabat,
Berikut beberapa Tips untuk menumbuhkan empati sejak dini;
- 1. Memperhatikan, mendengar dan merasakan setiap persoalan yang terjadi lingkungan sekitar
Caranya:
bersilaturahim ke tetangga / saudara kita dengan membawa makanan/oleh-oleh sebagai buah tangan. Insya’Allah dengan cara ini, informasi tentang keadaan apa yang terjadi dengan lingkungan kita akan kita peroleh dengan lengkap.
- 2. Mulai terlibat untuk membantu meringankan persoalan yang terjadi walau baru hanya dengan kata-kata dan do’a serta akan menjadi sempurna dengan memberikan tenaga bahkan harta yang dimiliki demi mempercepat proses kebaikan di lingkungan kita
Caranya:
Memberikan do’a untuk kebaikan orang/saudara di sekitar kita, lalu bisa dengan memberikan ucapan yang memotivasi dan terus mengajak ke arah kebaikan, memberikan bantuan secara langsung baik berupa barang (apakah barang tersebut baru ataupun sudah pernah dipakai/layak pakai) maupun berupa uang tunai.
- 3. Milikilah keyakinan dengan kesabaran bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan PASTI akan dibalas oleh Allah dengan kebaikan pula.
Simak ayat berikut ini:
QS. Ar Rahmaan:60
“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)”.
QS. Huud: 115
“Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan”
QS. Al Zalzalah: 7.
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”
Sebagai akhir tulisan ini, saya mengajak mari bersama kita membangun karakter bangsa ini dengan diawali menumbuhkan rasa empati sejak dini kepada diri kita, anak-anak kita dan orang terdekat di sekitar kita.
Salam & do’a kami untuk kebaikan Sahabat dan keluarga dimana saja berada dan untuk selamanya.
Barakallah.






Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.